PENGERTIAN DAN TEKNIK-TEKNIK
RENANG GAYA DADA, GAYA BEBAS, GAYA PUNGGUNG, GAYA KUPU-KUPU, DAN JALAN CEPAT
1.Renang Gaya Dada
Renang gaya dada adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dengan gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan.
Menurut David Haeller, renang gaya dada adalah gaya yang pertama-tama dipelajari oleh orang-orang pada waktu mereka mulai belajar renang.
Teknik Renang Gaya Dada
Teknik renang gaya dada seperti gaya renang yang lain terdiri dari beberapa gerakan, yaitu: start, posisi tubuh, gerakan lengan (sapuan luar dan sapuan dalam), gerakan tungkai, pengambilan nafas, dan koordinasi antara gerakan lengan, gerakan tungkai dan gerakan pengambilan nafas.
1. Start Renang Gaya Dada
Start adalah salah satu kecakapan yang paling gampang untuk diajarkan. Start renang gaya dada hampir sama dengan start gaya crawl maupun gaya kupu-kupu, yang membedakannya adalah sudut masuknya ke air. Sudut masuk ke air pada gaya dada sekitar 20 derajat, sedangkan pada gaya crawl dan kupu-kupu sekitar 15 derajat.
Tiga kualitas yang diperlukan untuk menjadi starter yang baik ialah waktu reaksi yang baik, kekuatan otot tungkai dan mekanika yang baik.
2. Posisi Tubuh saat Meluncur Renang Gaya Dada
1. Tubuh sejajar dengan permukaan air dengan pinggang dekat di permukaan air dan tungkai di bawah permukaan air.
2. Wajah atau kepala selalu di bawah permukaan air selama kayuhan lengan dan diangkat ke atas permukaan air selama pengambilan nafas.
3. Tubuh lebih rendah dari kepala dan tungkai lebih rendah dari badan saat tungkai melakukan recovery.
3. Gerakan Lengan Renang Gaya Dada
Gerakan lengan gaya dada terdiri dari tiga bagian yaitu gerakan lengan sapuan luar, gerakan legan sapuan dalam, dan pemulihan (recovery).
1. Gerakan lengan sapuan luar adalah untuk menempatkan tangan pada posisi untuk melakukan sapuan dalam yang efektif. Tangan mulai bergerak ke arah luar-dalam sampai melewati garis bahu. Tangan harus tetap melebar selama sapuan luar sampai mencapai kedalaman 50-80 cm. Tangan digerakkan ke luar hampir membentuk sudut 30-40 derajat relatif terhadap arah luar dari gerakan tangan.
2. Gerakan lengan sapuan dalam merupakan sapuan yang menghasilkan daya dorong terbesar pada gaya dada. Gerakan ini dimulai ketika tangan mendekati titik terdalam pada gerakan catch. Sapuan tangan harus berubah dari arah luar-bawah ke arah dalam-atas dengan sudut serangan 30 derajat. Kecepatan sapuan dalam harus ditambah menjadi 5-6 m/detik. Sapuan dalam berakhir saat tangan mulai bergerak ke atas-depan untuk gerakan recovery.
3. Recovery dimulai saat tangan hampir bersamaan sampai di bawah dagu. Lengan digerakkan ke depan-atas secara bersama-sama dan simetris, dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tangan diatasi permukaan air, tepat di garis permukaan air, atau di bawah permukaan air.
4. Gerakan Tungkai Renang Gaya Dada
Ada dua teori mengenai gerakan tungkai gaya dada, yaitu teori wedge action (baji) dan teori whip action (cambuk). Kedua teori ini mengemukakan pendapat yang berbeda, yaitu sumber kekuatan saat melakukan gerakan menendang.
Pada teori wedge action, sumber kekuatan berasal dari menekan air diantara kedua tungkai pada saat melakukan pelurusan. Sedangkan teori whip action, sumber kekuatan diperoleh dari mendesak air ke belakang dengan telapak kaki.
Berikut penjelasan teknik gerakan tungkai yang berdasarkan teori whip action. Gerakan tungkai gaya dada dibagi menjadi dua yaitu: tendangan luar dan tendangan dalam.
1. Gerakan tendangan luar dimulai ketika tungkai mendekati pemulihan.
2. Pinggang dan lutut dilengkungkan dan tumit harus didekatkan pantat.
3. Ketika tumit mendekati pantat maka putarlah kaki ke arah luar-belakang dengan telapak kaki menghadap belakang-atas-luar.
4. Hempasan yang benar didapat oleh putaran ke arah dalam pada pinggul.
5. Jari kaki merupakan bagian ujung dari bilah pendorong.
6. Ketika mendekati pelebaran, kaki mulai menyapu ke arah bawah.
7. Kaki harus dihempaskan ke luar dan ke bawah hingga air terhempas ke belakang.
8. Perenang harus menekan ke bawah dari pada ke belakang, hal ini akan meningkatkan kekuatan pendorong selama sapuan dalam.
9. Ketika kaki hampir pada pelebaran yang maksimal, secara perlahan berubahan arah dari arah bawah ke arah dalam sehingga kedua kaki menyatu bersama dan serentak.
10. Kaki harus dihempaskan ke arah dalam sekuat mungkin sehingga air menyibak ke belakang dari batas kaki bagian luar ke dalam.
5. Gerakan Pengambilan Nafas Renang Gaya Dada
Pengambilan nafas pada gaya dada dilakukan dengan cara mengangkat kepala ke atas permukaan air.
Kepala mulai ditarik ke atas ketika lengan melakukan gerakan awal sapuan luar dan mencapai titik tertinggi ketika lengan melakukan akhir sapuan dalam. Kepala kembali dimasukkan ke dalam air pada saat lengan melakukan recovery.
6. Gerakan Koordinasi Renang Gaya Dada
Gerakan koordinasi adalah perpaduan antara gerakan lengan, gerakan tungkai dan pengambilan nafas.
Untuk melaju kedepan dimulai dari gerakan kaki kemudian dilanjutkan dengan gerakan lengan yang bersamaan dengan gerakan pengambilan nafas. Jadi, untuk gerakan koordinasi renang gaya dada adalah satu gerakan tungkai ,satu gerakan lengan, dan satu gerakan pengambilan nafas.
2.Renang Gaya Bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara itu kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah.
Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di dalam air.
Menurut Victor G. Simanjuntak (2009:153) Ada 5 hal yang harus dilakukan sebelum belajar renang gaya bebas, antara lain adalah:
1. Pengenalan terhadap air.
2. Cara membuang nafas di air.
3. Melakukan permainan di air.
4. Teknik dasar mengapung.
5. Teknik dasar meluncur.
Sejarah Renang Gaya Bebas
Gaya bebas pertama kali dilombakan tahun 1844 di London, Inggris. Pelatih renang John Arthur Trudgen mempelajari gaya bebas dari penduduk asli Amerika Selatan antara tahun 1870 dan 1890.
Namun di Inggris Trudgen menggunakan gerakan kaki menggunting seperti gaya samping dan bukan gerakan kaki lurus melecut naik turun seperti renang gaya bebas yang kita kenal saat ini. Gaya renang campuran ini diperkenalkan oleh Trudgen disebut gaya trudgen.
Gaya trudgen dikembangkan oleh perenang asal Australia bernama Richmond Dick Cavill putra dari instruktur renang Inggris Profesor Frederick Cavill yang menetap di Australia sejak 1879.
Ketika Dick dan Tums sedang mengembangkan gaya trudgen, mereka berdua melihat Alick Wichkam yang berenang dengan gerakan kaki lurus melecut naik turun.
Wickham adalah orang Kepulauan Solomon yang tinggal di Sydney.
Dalam Kejuaraan Renang Internasional tahun 1902, Richard Cavill memenangkan lomba renang 100 yard dengan waktu 58,8 detik.
Saat ditanyai nama gaya renang yang dipakainya, menurut salah satu keluarga Cavill, "seperti merangkak (crawl) di dalam air.
Pada tahun 1905, setelah bertemu dengan perenang berasal dari Australia Barney Kieran, perenang gaya trudgen asal Amerika Serikat Charles Daniels memutuskan untuk menguasai gaya krol Australia yang ia pelajari dari Barney Kieran.
Gaya krol Australia yang diubah sedikit oleh Daniels menjadi gaya bebas seperti yang dikenal orang-orang sekarang ini.
Teknik Dasar Renang Gaya Bebas
Beberapa teknik dasar renang gaya bebas yang harus dikuasai yaitu sebagai berikut:
1. Posisi tubuh di kolam
Posisi tubuh pada saat renang gaya bebas harus rata-rata air / streamline mulai dari kaki sampai kepala.
2. Latihan meluncur
Teknik dasar meluncur pada renang gaya bebas, cara melakukannya adalah:
1. Berdiri di pinggir kolam dengan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
2. Badan dibungkukkan ke depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan.
3. Tolakan kaki yang menempel pada dinding kolam sekuat-kuatnya dan pertahankan badan agar tetap lurus.
4. Pertahankan posisi kaki dan tangan tetap lurus sejajar dengan permukaan air sampai berhenti. Usahakan jangan mengambil napas selama dalam keadaan meluncur.
5. Lakukan berulang-ulang sampai memiliki kecepatan dan jauh ke depan.
3. Gerakan kaki
Teknik dasar gerakan kaki renang gaya bebas.
a. Latihan gerakan tungkai sambil berpegangan di pinggir kolam renang:
• Melakukan gerakan renang gaya bebas sambil berpegangan di pinggir kolam. Lengan, badan, dan kedua kaki lurus serta sumber gerakan kaki dari pangkal paha, hingga lutut kaki tidak ditekuk, tetapi hanya tertekuk saat bergerak.
b. Latihan gerakan tungkai berpasangan:
• Melakukan gerakan kaki renang gaya bebas, kedua lengan di pegang teman. Lengan, badan, dan kaki lurus, hingga saat menggerakkannya kaki maju ke depan sedangkan yang memegang lengan bergerak mundur.
c. Latihan gerakan tungkai menggunakan pelampung:
• Melakukan gerakan kaki renang gaya bebas, kedua lengan berpegangan pada papan pelampung di depan. Lengan, badan, dan kedua kaki lurus, hingga saat menggerakkan kaki, badan maju ke depan.
d. Latihan gerakan tungkai sambil meluncur:
• Melakukan gerakan kaki renang gaya bebas, kedua lengan lurus di samping telinga dan ujung-ujung jarinya dirapatkan pada bagian ibu jari, hingga badan dapat meluncur ke depan.
4. Gerakan tangan
Teknik dasar gerakan tangan dan lengan pada renang gaya bebas.
a. Latihan di tempat, cara melakukannya sebagai berikut.
1. Berdiri dengan badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus.
2. Kemudian tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air sampai berada di bawah badan.
3. Pada waktu tangan sampai di bawah badan, siku cepat dibengkokkan dan tangan diangkat.
4. Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
5. Lakukan secara berulang-ulang.
b. Latihan sambil meluncur, cara melakukannya sebagai berikut.
1. Kedua tangan dilemparkan ke depan secara bergantian kemudian tangan mendayung.
2. Pada waktu tangan mendayung, tubuh sedikit miring.
3. Agar tubuh dapat melaju lurus ke depan, tangan masuk ke kolam pada satu detik.
c. Latihan gerakan lengan secara berpasangan:
• Melakukan gerakan tangan renang gaya bebas dengan kedua kaki dipegang oleh teman dari belakang, hingga posisi kedua kaki dan badan lurus serta badan terapung di atas permukaan air, dilakukan berpasangan atau kelompok.
d. Latihan gerakan lengan sambil meluncur menggunakan pelampung:
• Melakukan gerakkan tangan renang gaya bebas, dengan kedua paha mengapit papan pelampung. Posisi kedua kaki, badan, dan tangan lurus serta badan terapung di atas permukaan air, dilakukan berpasangan atau kelompok.
5. Pernapasan
Teknik dasar pernapasan renang gaya bebas:
a. Mengambil napas renang gaya bebas dilakukan dengan cara seperti berikut ini.
1. Mengambil napas dengan kemiringan kepala hingga mulut di atas permukaan air, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk menghembuskan napas.
2. Mengambil napas hanya boleh memiringkan kepala ke satu arah, yaitu ke kanan atau kiri saja.
3. Gerakan mengambil napas dilakukan bersamaan tangan mendayung.
b. Melakukan teknik pernapasan renang gaya bebas kedua lengan berpegangan pada papan pelampung:
1. Badan, kedua kaki, dan lengan lurus serta badan terapung di atas permukaan air.
2. Lakukan gerakan pukulan kaki sebanyak 2 kali atau 4 kali pukulan dan putar leher ke kanan/kiri, hirup udara di atas permukaan air melalui mulut.
3. Putar kembali leher ke dalam air dan buang udara di dalam air melalui mulut ,lakukan secara berulang-ulang.
c. Melakukan teknik pernapasan renang gaya bebas dengan posisi badan terapung di atas permukaan air:
1. Badan, kedua kaki, dan lengan lurus.
2. Lakukan gerakan kaki sebanyak 2 kali pukulan dan tarik lengan kanan ke belakang. Saat lengan mendorong ke belakang putar leher ke atas dan hirup udara.
3. Saat lengan diputar dan masuk air di depan kepala (muka), putar kembali leher ke dalam air.
4. Lakukan terus berulang-ulang bila sudah mahir, lakukan putaran leher kanan dan kiri, untuk pengambilan napas.
6. Koordinasi gerakan kaki dan lengan
Cara melakukan latihan koordinasi gerakan kaki dan lengan adalah sebagai berikut.
1. Meluncur ke dalam kolam renang.
2. Gerakkan kedua kaki ke atas dan ke bawah secara bergantian dengan pusat gerakan di pangkal paha.
3. Tarik lengan kanan ke bawah dada dengan siku ditekuk, kemudian melanjutkan dengan mendorong lengan kanan ke belakang sampai lurus. Telapak tangan menghadap ke belakang di samping paha.
4. Tarik lengan kanan ke atas dengan siku ditekuk, kemudian masukkan telapak tangan ke depan sampai lurus.
5. Tarik lengan kiri ke bawah seperti gerakan lengan kanan.
6. Gerakan lengan kanan dan kiri secara bergantian.
7. Koordinasi gerakan lengan dan pernapasan
Latihan koordinasi antara gerakan lengan dan mengambil napas dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Posisi awal dengan meluncur disusul gerakan tangan.
2. Gerakan lengan dilemparkan ke depan secara bergantian.
3. Pada waktu mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk menghembuskan udara.
4. Gerakan ini dilakukan secara berulang-ulang.
8. Koordinasi teknik dasar renang gaya bebas
Cara melakukan latihan koordinasi teknik dasar renang gaya bebas.
Posisi awal dengan meluncur.
1. Melakukan gerakan kaki dengan dipukulkan naik-turun secara bergantian.
2. Gerakan lengan dilempar ke depan secara bergantian.
3. Pada waktu lengan mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air.
3.Renang Gaya Punggung
Gaya punggung adalah gaya favorit bagi perenang pertandingan maupun rekreasi. Renang gaya punggung disebut juga dengan back crawl.
Pengertian gaya punggung adalah gaya renang di mana bagian wajah dan mulut untuk kita bernafas berada di atas permukaan air.
Syarat dasar dari gaya renang ini adalah kita harus mampu mengapung di atas air dengan menggunakan punggung. Apabila kita sudah mampu mengapung dengan bagian punggung, maka untuk melakukan gaya ini dengan bergerak melalui permukaan air akan mudah kita lakukan.
Gaya punggung merupakan gaya yang menyatukan gerak lengan dan kaki secara bergantian.
Sejarah Renang Gaya Punggung
Sejarah singkat renang gaya punggung mulai dikenal sejak sekitar tahun 1912. Ketika pertandingan renang dibagi atas tiga kelas dalam kompetisi nasional dan internasional, yaitu gaya dada, gaya punggung, dan gaya bebas.
Gaya yang dipergunakan pada saat itu adalah gaya punggung elementer atau gaya punggung dengan kedua lengan ke atas (double over arm) dan gerakan kaki katak atau kaki gunting.
Setelah diperkenalkan gaya back crawl, bentuk-bentuk lain dari gaya punggung yang bukan back crawl sedikit demi sedikit hilang dari pertandingan renang.
Cara Melakukan Renang Gaya Punggung
Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam gaya punggung, hampir sama dengan renang gaya krol (renang gaya bebas); perbedaannya pada posisi tubuh dan arah gerakan lengan.
Dalam renang gaya punggung, posisi tubuh telentang; dataran punggung mengapung lebih luas, karena itu kemampuan mengapung tubuh lebih besar dibanding dengan gaya krol.
Dalam gaya punggung, pengambilan nafas bukan masalah, karena muka menghadap ke atas; sehingga pengambilan nafas lebih leluasa. Akan tetapi pandangan ke arah tujuan terhalang dan bagi perenang pemula hal ini akan menimbulkan rasa takut.
Beberapa teknik dasar dalam renang gaya punggung yang harus mendapat perhatian:
1. Posisi badan
2. Gerakan kaki
3. Gerakan tangan
4. Pengambilan nafas
5. Koordinasi gerakan
1. Posisi badan
Pada renang gaya punggung posisi tubuh telentang mendatar, dibawah permukaan air, kecuali kepala atau muka yang tetap berada di atas permukaan air.
Pada umumnya kepala berada di atas permukaan air sebatas telinga, sehingga muka selalu berada di atas permukaan air. Letak punggung hampir rata, sedangkan letak kedua kaki, panggul sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kepala dan bahu, pandangan ke atas.
2. Gerakan kaki
Gerakan kaki pada renang gaya punggung mirip dengan gaya krol. Gerakannya adalah kaki bergerak ke atas ke bawah silih berganti dan gerakannya mulai dari panggul atau pangkal paha diikuti dengan gerakan fleksi dan relaksasi pada lutut dan pergelangan.
3. Gerakan tangan
Gerakan tangan pada renang gaya punggung mirip tahapannya dengan gaya krol, yaitu yang meliputi gerakan menarik, gerakan mendorong, dan gerakan kembali.
4. Pengambilan nafas
Pengambilan nafas dalam gaya punggung sebenarnya tidak mengalami kesulitan, karena mulut dan hidung selalu berada di atas permukaan air. Gangguan yang terjadi seringkali percikan air, terutama bila masuk ke dalam hidung.
Percikan air tersebut terjadi terutama disebabkan oleh gerakan lengan. Untuk menghindari gangguan tersebut, usahakan tidak mengambil nafas waktu gerakan tangan akan mendekati hidung.
Untuk gaya punggung pengambilan nafas sebaiknya dilakukan melalui mulut dan hidung, pada saat kedua lengan berada di dalam air, yaitu pada saat kedua lengan dalam posisi mendatar, saat lengan yang satu masuk dan lengan lainnya keluar.
5. Koordinasi gerakan
Untuk mendapat tenaga yang maksimal, perlu keseimbangan seluruh tubuh. Hal ini dapat dihasilkan atas keserasian dan ketepatan gerak antara lengan dan kaki.
Bagi perenang yang baik umumnya menggunakan 6 (enam) pukulan, yaitu tiga kali untuk setiap gerakan lengan atau enam kali untuk gerakan lengan yang utuh (satu pukulan kanan dan satu pukulan kiri).
Renang gaya punggung di atas ada yang menamakan gaya punggung krol, karena mirip sekali dengan gaya krol.
Tentang pengambilan nafas tidak ada masalah, selama posisi badan tetap mendatar dan adanya keserasian dan ketepatan gerak antara gerakan lengan dan kaki.
4.Renang Gaya Kupu-kupu
Pengertian Renang Gaya Kupu-Kupu dan Cara Melakukannya Singkat
Pengertian Renang Gaya Kupu-Kupu dan Cara Melakukan Renang Gaya Kupu-Kupu Singkat
Renang gaya kupu-kupu adalah sebagai gaya lanjutan, artinya para perenang yang ingin merenangkan gaya ini telah terlebih dahulu dapat melakukan gaya yang lain (renang gaya dada).
Pengertian Renang Gaya Kupu-Kupu
Pengertian renang gaya kupu-kupu dolphin, yaitu gaya kupu-kupu yang menggunakan gerakan tungkai menirukan lecutan ekor ikan dolphin/lumba-lumba. Gaya ini disebut gaya dolphin kick atau The Dolphin Butterfly Stroke (Kasiyo, 1980: 15).
Renang gaya kupu-kupu atau gaya dolphin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap permukaan air. Cara melakukan renang gaya kupu-kupu yaitu:
Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan.
Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor lumba-lumba.
Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Dengan gerakan tungkai ikan dolphin ternyata hasilnya lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan gerakan tungkai gaya dada. Hingga sekarang setiap perlombaan renang gaya kupu-kupu selalu menggunakan gaya dolphin kick.
Apabila dirinci teknik renang gaya kupu-kupu terdiri dari 5 bagian yaitu:
1. Posisi badan
2. Gerakan tungkai
3. Gerakan lengan
4. Pernapasan
5. Gerakan keseluruhan (Sumarno, 1999: 84)
Renang gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dengan renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan.
Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.
Cara Melakukan Renang Gaya Kupu-Kupu
Renang gaya kupu-kupu merupakan salah satu gaya dalam olahraga renang. Dibandingkan dengan gaya renang lainnya, gaya kupu-kupu merupakan gaya yang paling baru diperlombakan dalam pertandingan-pertandingan renang.
Berenang dengan gaya kupu-kupu diperlukan kekuatan yang besar dan koordinasi gerak yang baik. Berikut ini langkah-langkah cara melakukan renang gaya kupu-kupu.
1. Gerakan Kaki
• Pinggang diturunkan ke bawah dan kaki bergerak ke bawah untuk melakukan cambukkan.
• Dengan memanfaatkan ruang gerak sendi pergelangan kaki dan punggung kaki, cambukkan dilakukan untuk menekan air ke bawah secara cepat dan kuat.
• Kaki ke atas pada saat gerakan recovery.
• Gerakkan pinggang ke atas sehingga kaki terangkat ke atas saat pinggang bergerak ke bawah.
2. Gerakan Lengan
Sebutkan tahapan gerakan lengan pada renang gaya kupu-kupu? Berikut penjelasan singkatnya.
• Entry: tangan masuk ke dalam air, lengan lurus pada posisi mixing, dan jari-jari lebih rendah dari siku. Tangan masuk ke dalam air sebelum melewati daerah samping bahu.
• Mengayun ke luar: lengan bergerak ke luar secara berkesinambungan. Akhiri dengan gerakan catch yang dilakukan setelah kedua lengan berada tepat di luar bahu bersamaan dengan cambukkan pertama ke bawah.
• Mengayun ke bawah: tangan bergerak ke bawah dan ke luar dari lingkaran gerak.
• Mengayun ke dalam: posisi tangan berada tepat di bawah siku. Tangan ditarik ke dalam, ke atas, dan ke belakang dalam lingkaran kecil di bawah kepala dekat badan. Mengayun ke atas depan, siku diangkat ke atas permukaan air membentuk sudut 30 derajat - 40 derajat.
• Recovery: lengan diangkat ke atas permukaan air secara rileks, pangkal lengan diputar ke dalam dan mengayun ke depan.
3. Gerakan Mengambil Napas
Kapan kita dapat mengambil nafas pada renang gaya kupu-kupu? Berikut penjelasan singkatnya.
• Udara diambil pada saat tangan mulai ditarik ke arah bahu dan kepala ke luar dari dalam air.
• Udara dikeluarkan pada saat kepala akan ke luar air melalui gerakan dagu, lalu udara ditarik lagi dengan cepat.
• Udara dihirup melalui mulut dan dibuang melalui mulut dan hidung secara bersamaan.
Itulah tadi pengertian renang gaya kupu-kupu beserta cara melakukan renang gaya kupu-kupu singkat. Bagi kalian yang ingin mengetahui penjelasan lengkap dari cara melakukan renang gaya kupu-kupu bisa melihat artikel kami di bawah ini.
5.Jalan Cepat
Pengertian Jalan Cepat
Jalan cepat adalah bergerak ke depan tanpa hubungan terputus dengan tanah. Setiap melangkah, kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus dan lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.
Dalam jalan cepat, nomor-nomor yang diperlombakan adalah sebagai berikut:
• Putra = 20 dan 50 Km
• Putri = 10 dan 10 Km
Teknik Jalan Cepat
Jalan cepat merupakan salah satu nomor dalam cabang atletik dan resmi diperlombakan dalam kejuaraan-kejuaraan atletik, baik secara nasional maupun internasional. Teknik pelaksanaan jalan cepat dapat dirinci sebagai berikut:
1. Start
Startnya menggunakan start berdiri, karena start dalam jalan cepat tidak mempunyai pengaruh yang berarti, maka tidak perlu ada teknik khusus yang perlu dipelajari atau dilatih.
Sikap start yang lazim digunakan ada pada aba-aba "Bersedia" peserta menempatkan kaki kiri di belakang garis start, sedang kaki kanan di samping belakang kaki kiri, dengan badan agak condong ke depan dan kedua lengan rileks.
Pada aba-aba "Ya" atau bunyi tembakan pistol, segera melangkahkan kaki kanan ke depan, disusul kaki kiri dan terus berjalan.
2. Langkah
Langkah dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan lutut, terlihat tungkai bawah bergantung lemas, karena ayunan paha ke depan, tungkai bawah ikut terayun ke depan, menyebabkan lutut menjadi lurus.
Kemudian menapak pada tumit terlebih dahulu menyentuh tanah, bersamaan dengan mengangkat tumit, selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah, ganti dengan kaki ayun. Begitu seterusnya selalu ada kaki yang menumpu, jadi tidak ada saat melayang.
3. Condong Badan
Mulai dari kepala, punggung/dada, pinggang sampai tungkai bawah sedikit condong ke depan.
4. Ayunan Lengan
Siku ditekuk kurang lebih 90 derajat, ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan kaki kanan, sehingga koordinasinya adalah lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan, dan lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri.
5. Finish
Tidak ada teknik khusus gerakan masuk finish dalam jalan cepat. Biasanya jalan terus sampai melewati garis finish, baru dikendurkan kecepatannya setelah melewati kira-kira 3-5 meter.
Untuk memperoleh langkah-langkah yang benar, maka pemindahan badan dan kaki satu ke kaki yang lain harus nampak jelas, ini kelihatan pada gerak panggul. Gerakan ini perlu dilatih agar terbiasa melakukan teknik jalan cepat yang benar.
Jadi, sikap dan gerakan jalan cepat adalah badan dalam posisi tegak, pandangan lurus ke depan, siku ditekuk, tangan kepalkan dengan rileks.
Karakteristik Jalan Cepat
Secara umum karakteristik gerak dasar jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan karakteristik gerak dasar jalan biasa hanya pada beberapa gerakan tertentu gerak dasar jalan cepat lebih kompleks. Adapun karakteristik gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut:
• Angkat paha kaki ayun ke depan lutut.
• Tungkai bawah bergantung rileks sambil mengayun paha ke depan.
• Tungkai bawah ikut terayun ke depan sehingga lutut menjadi lurus.
• Saat mendaratkan kaki ke tanah terlebih dahulu harus tumit kaki.
• Bersamaan dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpu lepas dari tanah ganti dengan kaki ayun.
• Posisi badan saat melangkah dengan posisi kepala, punggung, dada, pinggang, hingga tungkai bawah sedikit condong ke depan.
• Sikut dilipat 90 derajat, ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan kaki kanan.
• Koordinasi gerakan dilakukan antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan dan lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri jalan cepat.
Kesalahan yang mungkin terjadi saat melakukan gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut:
• Saat melangkah tungkai bawah tidak rileks dan berada dalam posisi lurus.
• Kaki melangkah dengan menggunakan seluruh telapak kaki dan menolak dengan ujung kaki.
• Ayunan lengan terlalu lurus dan kaku.
Fase / Tahapan Jalan Cepat
Adapun tahapan atau fase dalam olahraga jalan cepat adalah sebagai berikut:
1. Fase tumpuan dua kaki, fase ini terjadi sangat singkat. Pada saat kedua kaki menyentuh tanah, pada saat itu pula berakhir dorongan yang diikuti oleh gerakan tarikan. Tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan berlawanan antara bahu dan pinggul.
2. Fase tarikan, fase ini dimulai setelah gerakan terdahulu selesai. Gerakan ini dilakukan oleh kaki depan akibat kerja tumit dan koordinasi seluruh bagian badan. Gerakan ini selesai apabila badan berada di atas kaki penopang.
3. Fase relaksasi, fase ini berada antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki. Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu. Lengan vertikal dan paralel di samping badan.
4. Fase dorongan, fase ini dilakukan apabila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu.
Peraturan Jalan Cepat
Adapun pokok peraturan jalan cepat adalah sebagai berikut:
1. Pada waktu melangkah, salah satu kaki harus selalu tetap kontak dengan tanah.
2. Diskualifikasi (larangan melanjutkan perlombaan), disebabkan oleh:
• Gagal / tidak memenuhi definisi jalan cepat pada waktu perlombaan.
• Melakukan pelanggaran pada saat perlombaan berlangsung.
• Pada saat lomba jalan cepat yang dilaksanakan di track (lintasan) peserta terkena diskualifikasi harus meninggalkan lintasan. Jika perlombaan jalan cepat dilaksanakan di jalan raya peserta yang kena diskualifikasi harus mencopot nomor di dadanya dan segera keluar meninggalkan perlombaan.



Komentar
Posting Komentar